SUKAINTERNET SITUS PEMERHATI PENDIDIKAN ---------------------------------- BEASISWA ONLINE ---------------------------------

Pencarian

Crew Sukanet

beasiswa
owner
admin
creator
support

ADS



Statistik Web

 1247620 Visitors
  2835 hits
  Online :12 users

Page Ranking Tool

Login

User :
Pass :

Lupa Password Daftar

Informasi

08 Jan 2010
Dear All, mohon maaf atas keterlambatan posting para pemenang, kami akan lebih baik lagi. Terima Kasih.
dari Admin

Info Lainnya

Iklan Baris

30 Dec 2009
UNDUH NASKAH DRAMA, VIDEO BACA PUISI, DLL

JIka kamu membutuhkan bahan apresiasi, silahkan kunjungi http://katasaya.co.cc dan unduh sepuasnya naskah drama, puisi, cerpen, video baca puisi, video baca ...Baca Iklan


30 May 2009
BISNIS SAMPINGAN YANG NYAMAN

SIAPAPUN ANDA? MAHASISWA, KARYAWAN, PELAJAR, IBU RUMAH TANGGA, WIRASWASTA, TIDAK PERLU BINGUNG DAN KHAWATIR CARI BISNIS. BERGABUNGLAH BERSAMA KAMI DALAM ...Baca Iklan


20 May 2009
Bisnis atau Penghasilan Tambahan

apakah anda ingin punya bisnis/penghasilan tambahan tapu tidak punya modal atau takut rugi....tunggu dulu.

kenapa tidak manfaatkan HP sebagai ...Baca Iklan


16 Feb 2009
buka penerbitan

telah di buka penerbitan untuk buku, kumpulan cerpen, kumpulan puisi dan novel

penerbitan berbasis mobile book

jadi ga usah bingung bagi anda ...Baca Iklan


Top 10 Puisi

  1. Ibu
  2. SILAU DI GUA NURANI
  3. Kisah Sebuah Pengabdian
  4. PERTEMUAN ILALANG DAN SETANGKAI GURU...
  5. Matahari Ku
  6. Kepada Sopan Sopian
  7. Syair Perang Sunggal
  8. KOTA MATI
  9. menangisi kemewahan
  10. tangan senja

Arsip Lomba Puisi

  1. Puisi Sukanet
  2. Lomba Puisi Ke 4
  3. Lomba Puisi Ke 5
  4. Lomba Puisi Ke 6
  5. Lomba Puisi Ke 7

Komunitas




Kumpulan Cerita Pendek

Cinta Yang telah mendarah daging bagian 5
Posted : 10 Mar 2008 | Dibaca : 7048 Kali

Bagian V

Saya sedikit memiliki sangkutan dengannya hingga ia tak sengaja menemukan sebuah kata-kata jika saya mencintainya. Entah ia tahu dan membaca kata-kata itu, atau ia tak membacanya, saya tak tahu pasti. Didalamnya, ada beribu kata pelampiasan rasa cinta saya padanya. Sebuah puisi yang saya tulis dengan rindu dan cinta yang bercampur didalamnya menjadi satu. Saya sangat lupa dan ceroboh sekali membiarkannya tergeletak begitu saja hingga dirinya mengambilnya. Saya hanya makhluk yang penuh dengan segala kekurangan. Hati ini didera kekhawatiran yang begitu luar biasa. Saya sangat takut jika ia membacanya dan mengetahui apa yang ada dalam hati ini, setelahnya ia akan pergi menjauh meninggakan cinta yang telah bersemi menggebu. Saya takut bunyinya akan seperti ini: Aku mengharu biru takkala kesepian meleyap mencekam dermaga jiwa, atau Batinku menelangsa berdarah-darah tiada dia manakala ia sirna terbang mencampak asmara (Andrea Hirata, Laskar Pelangi).

Saya bisa mengambil kesimpulan jika ia telah membacanya. Karena entah ini benar atau tidak -saya berharap tidak benar- ia tak seperti dahulu. Ia lebih diam dan seakan sungkan untuk berbicara dengan saya. Ya Allah, mengapa kejadian seperti ini selalu akan terjadi? Saya tak ingin hati saya kembali berkabung. Apalagi saat-saat cinta ini begitu derasnya mengalir. Ya Allah... Apa yang harus saya lakukan? Saya tak ingin ia menjadi bersikap segan terhadap saya atau bahkan yang lebih ekstrim, ia menjauhi saya. Saya tak ingin kehilangan cinta saya. Dan yang lebih sederhana, saya tak ingin dijauhi oleh seorang teman seperti dirinya. Karena sesungguhnya, ia adalah keduanya. Saya sama sekali tak menginginkan hal itu terjadi...

Esoknya ia begitu terlihat tidak seperti biasanya. Saya tak tahu mengapa. Ia terlihat begitu pendiam. Awalnya, saya menyangka bahwa ia telah mengetahui perasaan saya terhadapnya dan ia bersikap yang demikian untuk hal itu. Namun, kenyataannya ialah ia jatuh sakit, begitu menurut teman-teman saya dan dirinya sendiri. Saya tak tahu pasti yang demikian. Menurut teman wanita saya, badannya panas saat ia memegang salah satu dari bagian tubuhnya. Saya tak tahu pasti, apakah ia sakit panas atau apalah, karena saya tidak bisa memegangnya seperti teman wanita saya itu, karena sungguh saya tidak bisa mengkhianati kepercayaan Allah dalam menjaga aurat. Selain itu, ia juga bukan muhrim saya dan haram bagi saya untuk memegangnya. Saya hanya bisa melihatnya dengan perasaan hati yang tidak karuan. Saya bertanya padanya ia hanya tersenyum dan diam dalam kebisuannya. Saya merasa sangat amat khawatir. Namun, apalah daya saya tak bisa berbuat apa-apa ini. Saya hanya bisa memandangnya yang seakan takluk oleh rasa sakit yang kini sedang ia rasakan.

Ya Allah, perjelaslah sakitnya. Mudahkanlah ia untuk menghadapi ujian-Mu, Ya Allah. Saya tak bisa membiarkannya jatuh sakit seperti itu. Ya Allah, ringankanlah sakitnya. Sungguh, saya tak dapat berbuat apa-apa untuk yang demikian. Saya hanya bisa meihatnya merintih tertatih-tatih oleh sakitnya. Saya tak bisa meringankan beban yang kini sedang diembannya. Jika saya halal baginya, saya akan merawatnya dengan cinta kasih yang tiada tertara. Merawatnya dengan bendungan cinta yang terlalu menggebu-gebu dan hati ini. Memberikan kasih sayang yang tulus tak mengharapkan apapun, kecuali kesembuhan kekalnya. Ya Allah, saya ingin menjadi yang halal baginya. Yang bisa merawatnya. Agar ia tak merasa sendirian didunia fana ini. Berkatilah kesembuhan baginya. Tak ada yang bisa menyembuhkannya kecuali diri-Mu yang memiliki kuasa sebagai penciptanya. Yang memiliki kekuasaan 100% atas dirinya. Maka berilah ia kesembuhan dengan segera. Saya tahu Kau sedang membersihkan dosa-dosanya dengan jalan memberinya sakit seperti ini, agar jika ia nanti meninggal dalam jalan-Mu, ia tak perlu lagi diadili, karena dosa-dosanya sudah gugur kala ia menderita dalam sakitnya.

Allahu alam. Namun, permudahkan jalannya dalam menempuh ridho-Mu. Permudahkanlah kesembuhannya. Hanya kepada-Mu, semuanya kembali. Amin Ya Allah. Ya Allah, yang Maha Tahu atas apa yang terselip direlung hati ini. Entah untuk hari ini hati saya berkabung. Saya tak melihat kehadirannya dalam dekapan cinta saya. Ia jatuh lemas terkulai. Kemarin, saya menyadari jika ia jatuh sakit yang serta merta membuat saya tak bisa melihat keceriaannya yang nyata. Wajahnya pusat pasi seakan menyimpan sakit yang mendalam dalam diri. Ya Allah, saya tak bisa berbuat apa-apa. Namun Kau Maha Besar. Saya melihat semua itu dalam dirinya saat ini. Meskipun ia dilanda rasa sakit yang mencekam jasmaninya, namun ia berbinar-binar dengan semangatnya. Ketika jam belajar berlangsung, ia sama sekali tak merasa jenuh. Ia adalah pribadi yang sangat bersemangat. Subhanallah. Sebelumnya, pagi itu saya menanti kedatangannya diantara gerimis yang membungkus langit. Perasaan hati ini begitu tidak enak. Ada apa dengannya? Saya takut ia tak datang dan kini sedang tergulai lemah di peraduannya.

Saya berkali-kali memandang kearah tempat parkir, agar saya bisa mengetahui kedatangannya dengan kendaraan yang biasa ia bawa. Atau saya dapat memperhatikan terus menerus kearah gerbang depan menantinya untuk datang. Dalam kebimbangan yang membungkus hati daya, tiba-tiba saja bayangannya datang bagai oase di gurun hati saya. Begitu sejuk menyegarkan dahaga saya. Saya tau sekali jika ia masih sakit, namun karena ia adalah pemuda bersemangat, ia terpaksa datang. Kau membuat saya mengaguminya untuk kesekian kalinya. Esoknya, ia memang benar-benar tidak datang. Mungkin, sakitnya itu melebihi apa yang ia bisa tahan. Seperti pagi dihari kemarin, saya menanti kedatangannya. Namun, untuk hari ini ia memang tidak datang. Surat sakitnya pun saya baca dengan luapan kekhawatiran yang besar. Saya sama sekali tak tahu sakit apa yang melandanya. Bagaimana keadaan dirinya saat ini? Bagaimana keadaannya kini, dan lain sebagainya. Saya ingin sekali mengetahuinya, untuk itu saya menanyakan pada teman-temannya. Mereka pun sama sekali tak mengetahui sakit apa yang kini tengah melandanya. Saya ingin sekali bertanya padanya tentang sakit yang ia dera, sekedar untuk memuaskan kekhawatiran ini.

Saya ingin sekali menghubunginya. Menanyakan macam-macam apa yang ingin saya tanyakan. Namun, saya begitu amat malu. Saya tak ingin ia mengetahui saat ini saya sedang mengkhawatirkannya. Saya tak ingin ia mengetahui gejolak hati ini. Sekali lahi, saya tak bisa berbuat apa-apa. " Kau kenapa? Karena dirinya? " salah satu teman saya yang mengetahui jika saya mencintainya bertanya pada saya yang demikian. " Tak ada apa-apa. Saya hanya khawatir atas ulangan sebentar yang lagi akan dilaksanakan " saya berbuat dosa lagi. Saya berbohong hanya karena menutupi kekhawatiran ini. Hari ini memang ada ulangan yang sebentar lagi akan diujikan. Namun, sejak tadi malam hingga saat ini, saya tak bisa berkonsentrasi penuh untuk hal itu, karena hati saya sedang diinggapi rasa tak enak entah karena apa. Dan sekarang sudah terjawab apa rasa tak enak yang belakang menghinggapi hati saya. Lalu ia tersenyum dengan nada menggoda. " Sudahlah, saya tahu semuanya. Kau seperti mengkhawatirkannya. Kau sangat berbeda untuk hari ini. Cerialah, Teman! " saya teriris mendengarnya. Apakah saya memang begitu merasa kehilangannya. Apakah ini berarti saya begitu mencintainya? " Kau seperti kehilangan arah hidup saat ia tak berangkat hari ini. Untuk satu hari ini saja kau diam seperti ini, apalagi untuk jumlah hari yang kita tak tahu nanti...? " Astagfirullah... Apa saya memang terlihat seperti itu? Apakah saya akan sanggup akan kehilangannya dihari nanti? Jujur saya mengakui, saya seakan kehilangan setengah dari jiwa saya.

Apalagi, mendengar jika ia sedang jatuh sakit dalam deritanya. Saya kembali memutar kenangan-kenangan jika ia ada disini seperti hari-hari yang lalu. Jika ia ada disini, saya kan melihatnya sibuk dengan buku-bukunya. Apalagi, jika akan ada ulangan yang akan dilangsungkan. Ia akan selalu bergulat dengan buku-buku itu. Jika ia ada disini, saya akan melihatnya sibuk dengan tanggung jawab yang belakangan dipikulnya. Beberapa orang akan sibuk dengannya. Dan dengan rasa tanggung jawabnya yang besar itu lah ia menanggapi beberapa orang tersebut. Jika ia ada disini, saya akan melihatnya mengobrol dengan saya disela-sela kesibukannya. Ia membicarakan banyak hal. Dan obrolannya itu sangat bermanfaat bagi saya. Jika ia ada disini, saya akan mendengar tawanya yang khas. Tawa yang tidak seperti orang kesetanan, tawa yang pelan dan sewajarnya. Jika ia ada disini, saya akan terkejut dengan desahan-desahan surga darinya. Ya Allah, mengapa pikiran saya penuh sesak akan kenangan bersamanya? Kala ia sehat, ada banyak binar-binar semangat terpancar daam dirinya. Saya bisa merasakannya karena saya telah memiliki jiwanya. Jiwa yang penuh dengan gairah kesuksesan.

Semangatnya terlalu menggebu-gebu, adakah ia tahu saya memperhatikan ketangguhan semangatnya selama ini? Baru kali ini saya menemui seseorang yang selalu bersemangat. Yang selalu optimis. Yang tak pernah mundur hanya karena kegagalan. Dan dia sangat yakin bisa membuat hidupnya sukses baik di akhirat maupun di dunia. Adakah semangat itu selalu menyinari jiwanya ? Ya tentu, kerena menurut saya, dia adalah dewa penyemangat. Yang memiliki semangat menggunung, juga bisa membuat lingkungannya bersemangat. Tak hanya manusia, tanah yang dipijaknya, tanaman yang dilewatinya pun ikut bersemangt. Bersemangat mengarungi hidupnya masing-masing, juga bersemangat menyembah Tuhannya. Tuhan yang Esa, hanya Kau, Ya Allah.. Namun kini, kehadirannya pun tak terlihat untuk waktu yang sekarang. Bisakah kau membayangkan tanpa ada kehadirannya saya tak berarti apa-apa ? Saya telah kehilangan semangat saya. Semangat saya adalah dirinya. Jika saya kehilangan semangat, tak terkecuali lingkungan yang juga dirundung nestapa yang sama. Dapatkah kau membayangkan waktu disaat ini seakan terhenti karena tak ada hembusan semangat dari dalam diri ini ? Karena sesungguhnya, semangat saya adalah semangat yang tertanam kala merasakan kehadirannya. Hingga, kehadiran itu tak nampak, semangat saya luluh lantah dan membuat saya tak berdaya. Adakah semangat itu harus hilang untuk selamanya?

bersambung kebagian 6


Cerpen Lainnya

  1. SINDROM MOTOR?
  2. BAHAGIA PERIH
  3. SUATU MALAM DI MUARAKONENG
  4. Cinta Yang telah mendarah daging bagian 7
  5. Cinta Yang telah mendarah daging bagian 6
  6. Cinta Yang telah mendarah daging bagian 5
  7. Cinta Yang telah mendarah daging bagian 4
  8. Cinta Yang telah mendarah daging bagian 3
  9. Cinta Yang telah mendarah daging bagian 2
  10. Cinta Yang telah mendarah daging bagian 1
  11. Percintaan Daun dan Ranting
  12. LELAKI MERDEKA
  13. Anomali Mimpi
  14. Heri
  15. OLD STORY YANG AKU GA PERNAH BOSAN BACANYA
  16. Menanti Maafmu
  17. Campus Idol
  18. Disudut Hatimu Aku Menanti
  19. LANGIT-LANGIT BUATKU
  20. catatan harian aini
Web Design
WebsiteCeria
Pulsa Murah
Web Design chools
Cheap ebhosting Seller