Kumpulan Cerita Pendek
Cinta Yang telah mendarah daging bagian 6
Posted : 10 Mar 2008 | Dibaca : 7282 Kali
Bagian VI
Beberapa hari kemudian, ia
memaksakan diri untuk mengikuti suatu kegiatan bersama saya dan teman-teman
lainnya. Sungguh, khawatir rasa hati ini, saya takut kesehatannya belum pulih
betul namun ia terpaksa untuk mengikutinya dan nantinya yang demikian akan
membuat sakitnya bertambah parah. Ia tersenyum, sudah sekian hari saya tak
melihat senyumnya. Semangat saya terisi kembali. Raut wajah saya tak bisa
terbendungkan senangnya bukan main. Bisakah ia melihat semua itu? Ia kembali
tersenyum dan berkata terima kasih pada saya karena telah memperhatikannya
belakangan ini. Hanya berujar itu wajar karena ia adalah teman saya. Padahal
jika hati tak boleh berdusta, kedudukannya dihati ini lebih dari seorang teman.
Ia menduduki peringkat ketiga dihati saya. Sang jawaranya adalah Allah semata.
Keduanya adalah Orang Tua dan saudara-saudara saya. Dan yang ketiga adalah
dirinya. Ia adalah lelaki kedua yang saya cintai setelah ayah saya. Adakah ia
nantinya akan tau seberapa penting dirinya bagi saya? Akhirnya, saya kembali
bisa merasakan semangat itu. Semangat yang berasal dari dirinya yang memenuhi
relung hati saya dan saya terbuai akan hal itu. Kami dan teman-teman yang
lainnya mengisi hari bersama dengan kegiatan yang menyenangkan. Dapatkah kau
merasakan kebahagiaan yang tiada tertara kala melihat gembiranya. Haru biru dan
nestapa itu sudah hilang entah berantah. Ia membuangnya jauh-jauh dengan
meniupkan cinta pada saya. Semoga Allah, memang benar-benar memberinya
kesembuhan. "Sepertinya ia merasakan perasaan yang sama denganmu?" "Maksudmu?" "Ya, dia sepertinya menaruh hati padamu..."
" Janganlah kau buat resah diri ini.
Mungkin kau berlebihan. Itu hanya bisikan syeitan " " Kau tau, saat kalian
bertemu tatap, ia tak lepas memandangmu. Dan setelahnya ia tersenyum-senyum
sendiri. Bukankah ia adalah lelaki yang selama ini acuh dengan wanita ? Selain
itu, ia ada disampingmu saat kau mengabadikannya dalam sebuah photo, bukankah
hal itu bukan yang biasa?" "Itu biasa. Bahkan sekarang, menurut saya ia jauh
lebih diam. Ia tak lagi selalu menyeletuk jika kami bercanda. Ia seperti menjaga
apa yang ia ingin katakan. Bukankah itu berarti ia seakan risih dengan perasaan
saya?" "Itu namanya kaum adam. Mereka malu-malu, namun dalam hati terdalamnya
mereka menginginkannya." " Semoga yang demikian. Amin..." "Percayalah akan hal ini.
Mintalah pada Allah, agar menjadikannya jodoh untukmu..." "Amin" Saya mencintainya
dengan dera kasih yang tiada tertara.
Tiada yang bisa mengutarakan cinta yang
telah mendera hati ini termasuk saya sendiri yang merasakannya. Mungkin, cinta
itu terlalu besar untuk saya tahu jumlahnya. Saya mencintainya lebih dari yang
saya tahu. Mencintai dengan tulus dan ikhlas semata-mata karena anugrah cinta
yang telah Allah berikan pada kami semua. Namun, adakah saya merasa takut untuk
mencintainya? Ya, saya memang takut mencintainya. Saya sangat tak pantas untuk
memilikinya. Saya merasa minder untuk mencintainya karna bagi saya ia adalah
rembulan dan saya adalah pungguknya. Adalah sesuatu yang sangat sulit bisa
dibuat menjadi kenyataan. Saya amat berbeda dengannya. Ia memiliki iman yang
tidak diragukan lagi. Sedangkan saya masih dalam tahap belajar. Adakah ini
menandakan saya tak pantas untuknya? Ia memiliki kepintaran yang luar biasa.
Sedangkan saya memiliki kepintaran yang biasa-biasa saja. Adakah ini menandakan
saya tak pantas untuknya? Ia memiliki semangat yang sangat menggebu-gebu.
Sedangkan saya adalah seorang yang selalu dalam keadaan pesimis. Adakah ini
menandakan saya tak pantas untuknya? Ia lebih baik dalam segala hal jika
dibandingkan dengan saya. Saya tak memiliki apapun. Maka, sangat disayangkan
jika ia mendapatkan saya. Karena yang saya miliki hanyalah cinta. Tak kurang dan
tak lebih. Bagitu kasihan jika ia mencintai saya. Karena saya adalah seorang
yang tak sepatutnya dicintai oleh dirinya. Diri yang bisa dikatakan mendekati
sempurna.
Ya Allah, cinta ini terlalu menyiksa bagi saya... Cinta ini datang tak
sedikitpun saya duga Ia menyelinap didalam pandangan mata Lalu menelusuri
disetiap sisi hati Dan menjadikannya mendarah daging Apakah kau tau berapa
takaran sebuah cinta? Kekalkah ? Sucikah ? Atau hanya bayangan maya yang tiada
berarti ? Tak perlu banyak kata tuk menerangkannya Karena manusia hanyalah
manusia Tak bisa menceritakan apa yang bukan ciptaannya Adalah Allah sang
pemilik cinta sesempurna diri-Nya Jika pun kau memaksa saya harus menjelaskannya
Maka saya akan menjawab, saya tak ada kuasa akan hal itu Namun cinta itu dapat
saya rasakan Disetiap detik yang terlewati Cinta dari-Nya yang memberi anugrah
hidup pada kita semua Apakah saya harus menganggap hina para pecinta ? Yang
selalu mengagungkan seorang terkasih Yang selalu memberikan yang terbaik untuk
seorang terkasih Tidak, kecuali mereka yang telah terikat tali pernikahan yang
suci Dan haram bagi yang demikian yang belum terikat pernikahan kepadanya Maka,
adakah saya menghalalkan yang haram? Saya yang selalu berbuat dosa karena telah
mengagungkannya? Allah, ikatkanlah kami dengan sunnah Rasulullah Agar saya tak
lagi berdosa pada-Mu karena dirinya Jika saya berkuasa atas cinta Saya akan
menyemai benih itu diatasnya Setiap waktu saya akan menyiramnya Memberinya pupuk
agar memiliki kualitas cinta yang tinggi Saya ingin ia memiliki sebuah cinta
yang demikian pada saya Namun, saya tak kuasa akan hal itu Ya Allah, kau adalah
kuasa atas itu Tanamkanlah cinta yang demikian dalam hatinya Agar ia mencintai
saya seperti yang demikian Sehingga nantinya, Kami bisa bercinta di Jannah-Mu
Amin... bersambung kebagian 7
Cerpen Lainnya
- SINDROM MOTOR?
- BAHAGIA PERIH
- SUATU MALAM DI MUARAKONENG
- Cinta Yang telah mendarah daging bagian 7
- Cinta Yang telah mendarah daging bagian 6
- Cinta Yang telah mendarah daging bagian 5
- Cinta Yang telah mendarah daging bagian 4
- Cinta Yang telah mendarah daging bagian 3
- Cinta Yang telah mendarah daging bagian 2
- Cinta Yang telah mendarah daging bagian 1
- Percintaan Daun dan Ranting
- LELAKI MERDEKA
- Anomali Mimpi
- Heri
- OLD STORY YANG AKU GA PERNAH BOSAN BACANYA
- Menanti Maafmu
- Campus Idol
- Disudut Hatimu Aku Menanti
- LANGIT-LANGIT BUATKU
- catatan harian aini

1247616 Visitors
Online :10
users