Kumpulan Cerita Pendek
Cinta Yang telah mendarah daging bagian 7
Posted : 10 Mar 2008 | Dibaca : 7458 Kali
Bagian VII
Tiba-tiba saja hati ini merindu akan seseorang yang sudah lama
tidak saya rindui. Ia adalah seseorang yang baru saja hengkang dari hati saja.
Ia adalah yang pertama menginjakkan kakinya dalam hati saya. Mengetuknya dengan
lembut, menjamahnya dengan tak sadar, hingga ia mampu bertahan hingga 4 tahun
lamanya. Saya tak bisa mengerti apakah ia adalah yang benar-benar saya cari.
Namun, saya pikir ia adalah cinta pertama saya. Sebut saja namanya X, dia
menginspirasi hidup saya hingga saya bisa berminat terhadap ilmu pengetahuan. Ia
adalah seorang yang cerdas, yang membuat saya terpesona dengan kepintarannya.
Awalnya, saya mengenalnya karena kerendahan dirinya, ia begitu pendiam. Namun
semakin sekarang, badungnya minta ampun! Itu yang membuat saya tak bisa lagi
mencintainya.
Dikatakan 'tidak bisa' hati ini menolak, namun jika dikatakan
'bisa' hati ini mengelak. Sungguh, cinta adalah yang begitu sulit. Ia mungkin
mengetahui perasaan saya, entah lah, saya tak ambil pusing. Hingga itu lah yang
membuat sifatnya berubah pada saya. Ia jauh, lebih tak mengobrol dengan saya,
seakan-akan saya adalah yang asing baginya. Hingga saat ini, detik ini, ia masih
bungkam berhadapan dengan saya. Apa salah saya, Ya Allah? Apakah saya salah
telah mencintainya? Saya menjadi ragu akan perasaan dalam hati ini. Apakah saya
masih mencintai dirinya? Atau saya sudah menemukan cinta baru? Jika saya
menggali perasaan hati ini, saya akan menemukan nama yang pertama kali saya
cintai dalam hidup saya. Jauh lebih banyak berserakan...
Waktu bergulir perlahan
membawa saya pada seorang terkasih yang sekarang cintanya telah menggebu-gebu di
hati saya. Saya menyayanginya. Namun entah untuk yang hari ini. Saya mendengar
kabar jika ia telah menyimpan perasaan pada seseorang (jelas, bukan saya). Ia
adalah pribadi yang acuh, dan bagaimana mungkin ia yang demikian mencintai
seseorang sebelum saya memiliki perasaan ini terhadapnya. Dan kenyataan itu
menyesakkan dada saya. Sesuatu itu membuat sesak dada saya. Membuatnya tak
berarti. Membuatnya gerimis terpilukan. Adakah ia mengetahui apa yang mendera
hati saya saat ini? Adalah ia yang secara tak sadar membuat hati saya seakan
hujan deras disertai guntur yang menggelegar tak henti-hentinya. Kenyataan itu
lah, kenyataan bahwa ia memang telah jatuh hati pada seseorang. Saya tak bisa
menduga secara asal siapa orang tersebut. Ada satu nama yang sejak dahulu
terbersit jika pemilik nama itulah yang membuatnya jatuh hati.
Ya Allah... Siksaan
apa lagi ini? Pemilik nama itu adalah yang selama ini saya kenal. Ia amat
berbeda dengan saya. Jauh lebih berilmu, jauh lebih dalam segala hal. Ia amat
menjaga kesucian dirinya. Ya Allah... Saya hanya menduga. Namun, jika dugaan itu
benar adanya, saya tak tahu apa yang saya akan lakukan terhadap keduanya. Wanita
itu adalah salah satu dari teman saya. Teman berbagi, teman bersenda gurau. Dan
kini, wanita itu yang membuat hati saya gerimis. Saya sama sekali tak
menyalahkan wanita itu. Wanita itu berhak mendapatkan cinta dari seseorang
seperti orang terkasih saya itu. Ia mendapatkan lelaki yang baik seperti dirinya
yang baik. Lelaki yang pantas mendapatkannya. Kedua orang ini memang cocok. Yang
wanita bersih dan kuat imannya, dan yang lelaki suci dan juga kuat imannya.
Benar dengan pepatah ini, 'wanita yang baik akan mendapatkan lelaki yang baik
pula'. Saya juga tak menyalahkan seorang terkasih. Ia berhak mencintai orang
lain meskipun cinta itu pasti akan membuat gerimis hati orang yang mencintainya
dengan setulus mungkin.
Adakah jalan yang dapat membuat hati saya tidak lagi
gerimis? Adakah ia mengetahui perasaan yang saat ini mendera diri yang dungu ini?
Mengapa saya ini terlalu dungu ? Saya tau saya akan merasakan hal yang demikian,
karena saya yakin ia tak mungkin mencintai saya, tapi mengapa saya masih
mengharapkannya ?!!! Saya ingin pergi menjauh dari takdir yang pahit ini. Dahulu,
saya sudah merasakan yang pahit seperti ini, dan saya tak ingin saya akan
merasakan pahit lebih dalam. Ya Allah, mudahkanlah diri ini untuk tidak
memikirkkannya. Jika pun, ia nantinya akan berjodoh dengan saya, maka
dekatkanlah kami. Namun jika tidak, buanglah perasaan ini jauh-jauh. Saya tak
ingin cinta ini sia-sia. Saya tak ingin hati ini berdarah-darah menelangsa
dengan segenap perasaan hati yang gusar. Engkau adalah pemilik segalanya. Maka
jadikanlah saya bisa berhenti mencintainya sebelum hati ini semakin berdarah...
Saya memutuskan mulai detik ini saya akan berusaha menjaga perasaan ini agar
bisa langsung hilang. Cinta ini adalah cinta ya fana. Bantulah hamba
menyingkirkan perasaan ini... Saya pasti bisa menanggalkan cinta ini. Karena yang
demikian adalah nafsu. Dan sesungguhnya, nafsu dan cinta adalah berbeda sangat
sedikit. Saya tak bisa membedakannya secara utuh. Saya akan belajar menerimanya
hanya sebagai teman biasa. Terkadang saya mencemburui orang-orang yang bisa
bersikap biasa terhadapnya. Karena saya tak mampu melakukan hal itu. Cinta itu
begitu kuat mengisolasi diri saya. Namun, sebesarpun cinta ini, takkan bisa
membuatnya mencintai saya.
Bismillah, saya ingin meninggalkan cinta ini, saya
tak ingin berbuat dosa lagi. Memandangnya, memikirkannya, membayangakan
saat-saat terindah bersamanya, adalah yang membuat saya terus berdosa. Ya Allah,
mungkin ini sudah jalan-Mu untuk melindungi hamba dari dosa-dosa karena cinta
ini kepadanya... Begitu sempurnanya Engkau, Ya Rabb. Saya baru menyadari satu hal
yang sangat penting, saya bisa mencintai-Mu Ya Allah. Saya baru menyadari jika
ada yang begitu dasyatnya menyayangi saya. Yang memberi sesuatu yang sebelumnya
saya harapkan. Yang memberikan banyak cinta untuk diri yang dungu ini. Yang
memiliki cinta yang kekal. Adalah cinta-Mu, Ya Rabb... Kau selalu memberi nikmat
sehat pada saya, kau selalu memberi umur pada saya, kau selau memberi perhatian
yang begitu besar pada saya. Jika saya meminta bantuanMu, kau dengan sigapnya
Kau membantu saya yang terkadang saya lupa untuk berterima kasih. Bahkan, saat
saya tak memintanya pada-Mu, Kau memberinya dengan ikhlas. Seakan-akan saya
adalah yang teristimewa bagi-Mu. Tuntunlah saya menemui ikatan cinta kita.
Cinta-Mu adalah jauh diatas segalanya. Jauh diatas yang bisa saya tahu. Dan saya
yakin, cinta-Mu itulah yang akan membahagiakan saya diakhirat juga didunia...Amin,,, Saya memang telah kehilangan cinta saya padanya, namun saya mendapatkan cinta
yang berjuta kali lipat lebih nikmat dari yang demikian, adalah cinta-Mu, ya
Rabb... Bantu saya menghilangkan perasaan ini. Agar tidak ada yang terluka. Saya
tak ingin membuatnya menangis karena memikirkan cinta saya terhadapnya. Saya tak
ingin membuat sang wanita segan mencintai orang terkasih saya itu karena ia tau
perasaan hati saya ini. Biarlah saya yang sakit dalam kehampaan, sebelum hati
ini semakin berdarah-darah. Saya yakin Allah akan membantu saya. Amin.
Luapan
gerimis yang tiada pernah terhentikan 6.58pm, 28 Februari 2008 Nanda Shabrina
Cerpen Lainnya
- SINDROM MOTOR?
- BAHAGIA PERIH
- SUATU MALAM DI MUARAKONENG
- Cinta Yang telah mendarah daging bagian 7
- Cinta Yang telah mendarah daging bagian 6
- Cinta Yang telah mendarah daging bagian 5
- Cinta Yang telah mendarah daging bagian 4
- Cinta Yang telah mendarah daging bagian 3
- Cinta Yang telah mendarah daging bagian 2
- Cinta Yang telah mendarah daging bagian 1
- Percintaan Daun dan Ranting
- LELAKI MERDEKA
- Anomali Mimpi
- Heri
- OLD STORY YANG AKU GA PERNAH BOSAN BACANYA
- Menanti Maafmu
- Campus Idol
- Disudut Hatimu Aku Menanti
- LANGIT-LANGIT BUATKU
- catatan harian aini

1245206 Visitors
Online :21
users